Meneladani Sifat Serta Akhlak Rasulullah Saw Dalam Mengemban Amanah Di Era Globalisasi

Meneladani Sifat Serta Akhlak Rasulullah Saw Dalam Mengemban Amanah Di Era Globalisasi

Kita ketahui bersama bahwa nabi dan rasul memiiki sifat-sifat mulia yang disebut sebagai sifat wajib. Sifat wajib ini harus kita teladani, sifat-sifat ini mencerminkan bahwa nabi dan rasul merupakan manusia pilihan Allah SWT yang maksum (terjaga) untuk selalu melakukan hal yang baik dan senantiasa terhindar dari hal yang tidak baik.

Nabi Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir tidak ada nabi dan rasul setelah-nya. Rasulullah SAW memiliki empat sifat yaitu, sidiq, amanah, fathonah dan tabligh. Sifat kedua Rasulullah adalah amanah. “berarti memiliki kredibilitas. Tidak hanya jujur, tetapi juga harus dapat dipercaya. Amanah, arti umum dari amanah adalah: amanah mencakup semua yang Allah titipkan kepadamu, dan apa yang Allah perintahkan agar menjaganya, maka masuk di dalamnya menjaga anggota badan dari segala yang tidak Allah ridhoi, dan menjaga apa-apa yang di titipkan dari hak-hak manusia. Amanah mempunyai banyak arti khusus diantaranya: jabatan atau kedudukan pemerintahan, dan ini adalah arti yang kita maksud dalam tulisan ini, Nabi Muhammad SAW ketika hijrah ia memerintahkan agar Ali mengembalikan barang-barang yang dititipkan kepada Nabi oleh orang-orang kafir, mari renungkan bahkan musuh Nabi memiliki keyakinan bawasannya walaupun Muhammad adalah musuh saya ia tidak akan mengambil hak saya.

Agar dapat bertugas sesuai dengan harapan masyarakat. Sifat amanah ini terkadang menjadi kurang terjadi karena lemahnya kejujuran dan korupsi yang dilakukan secara berjamaah. Pada akhirnya, mereka yang jujur menjadi terpinggirkan, dan mereka yang tidak amanah atau tidak jujur justru diberi tempat untuk melakukan niat-niat jahat sehingga merugikan uang negara. Kasus Gayus tambunan dan Romahurmuziy adalah contoh yang tidak baik di negeri ini, dan membuat kita belajar dari kasus mereka. Sesuatu yang dimulai dari ketidakjujuran, maka akan menuai petaka yang berkepanjangan.

Oleh karenanya pemimpin yang memiliki amanah yang baik dia akan cerdas, dan berusaha sekuat tenaga untuk memakmurkan rakyatnya agar mampu berdikari, dan tidak bergantung kepada orang lain. Pemimpin cerdas adalah pemimpin yang mampu mencari solusi dan mau turun langsung ke bawah mencari tahu akar permasalahan. Para guru harus mampu menjadi pemimpin yang amanah dihadapan para peserta didiknya. Dengan begitu ada figur atau imam yang dijadikan tolak ukur para peserta didik dalam bertindak.

Pemimpin yang cerdas haruslah kreatif, dan akan mampu melakukan kreativitas untuk mengembangkan daerah yang dipimpinnya menjadi lebih baik dan maju. Perlu terobosan dan inovasi tiada henti agar apa yang dilakukan mampu menyenangkan semua pihak. Khususnya dalam penyiapan SDM unggul yang berkarakter. Dengan begitu akan lahir manusia Indonesia yang unggul dan mampu untuk berkompetisi dengan bangsa lainnya di dunia.

Kembali ke teladan seluruh ummat, Siapa yang tidak mengenal dengan sesosok manusia yang ummi, pembawa dan pencerah terhadap peradaban manusia? Siapa lagi kalau bukan Muhammad SAW namanya. Nabi Muhammad memang merupakan figur yang pantas dipuji oleh siapa pun. Sebab, beliau memiliki kesempurnaan, baik itu sifat, perilaku maupun tutur kata. Banjiran pujian terhadap beliau tak akan pernah lekang dimakan oleh zaman, bahkan sejak zaman para sahabat sekalipun pujian itu tetap mengalir sehingga sekarang.

Perbincangan mengenai sosok ini tidak pernah membosankan dan tak akan pernah habis-habisnya. Walaupun selalu diperingati mengenai diri beliau setiap tahun yaitu maulid nabi, bahkan masih ada pembicaraan-pembicaraan yang belum terungkap dan belum terlukiskan dari kehidupan beliau. Kemuliaan dan kekaguman terhadap kepribadian Nabi Muhammad SAW tidak hanya diapresiasi oleh orang Muslim saja. Sebaliknya, orang non-Muslim sekalipun tidak terlepas dari kekaguman mereka di saat mereka mempelajari kehidupan Rasulullah. Pengetahuan dan kajian mengenai beliau pasti benar, selama seseorang itu berpegang teguh kepada prinsip yang objektif. Michael H. Hart misalnya, beliau menobatkan Nabi Muhammad SAW sebagai sosok di urutan yang pertama dari 100 tokoh manusia yang paling berpengaruh di dunia.

Sebagai nabi terakhir, Muhammad dibekali satu kitab yang terlengkap, yaitu Al-Qur’an  dimana isinya memuat keseluruhan isi kitab-kitab yang pernah turun sebelumnya. Dengan Al-Qur’an inilah nabi muhammad dapat menyelesaikan semua permasalahan yang dihadapinya. Disamping itu juga dengan ide-idenya yang mendapatkan bimbingan wahyu dari Allah SWT (sunah/hadits). Semua yang tertuang dalam Al-Qur’an terealisasi dala sikap dan perilaku Nabi Muhammad SAW sehari-hari. Tidak ada satu pun sikap dan perilaku Nabi Muhammad yang menyimpang atau bertentangan dengan apa yang tertuang dalam Al-Qur’an dan hadits. Oleh karena itu, setiap umat islam wajib meneladani Nabi Muhammad SAW dalam segala aspek dalam kehidupan sehari-hari.

Kurang lebih sebulan yang lalu, tepatnya 20 Oktober 2019 kita telah saksikan pelantikan pemimpin bangsa ini, dan di beberapa desa khususnya di kabupaten serang telah memilih pemimpan desa atau kepala desa, mudah-mudahan pemimpin yang kita pilih ini menjadi pemimpin yang bisa amanah dan meniru kepemimpinan Rasululah SAW. Aamiin Allahum Aamiin.

Bagikan Yuk!

This Post Has 3 Comments

Tinggalkan Balasan